Memasang WordPress di Ubuntu 16.04 bukanlah hal yang sulit. Anda  membutuhkan yaitu Apache atau Nginx, PHP, MySQL atau MariaDB agar instalasi WordPress di Ubuntu berjalan lancar.  Nah, di artikel ini kami akan membahas bagaimana cara install WordPress  di Ubuntu menggunakan WordOps.

0.Tentang WordOps

WordOps adalah sebuah open source tool DevOps yang dirancang khusus untuk memudahkan install, deploy, dan administrasi server untuk WordPress.

WordOps terdiri dari beberapa software, yaitu:

  • Nginx
  • PHP
  • MariaDB
  • Redis
  • WP-CLI
  • Netdata
  • Git
  • phpMyAdmin

Fitur utama WordPress:

  • Mudah dalam install
  • Cepat dan otomatis dalam deployment
  • Nginx yang sudah dikustomisasi
  • Berbagai dukungan cache backend
  • SSL/TLS dari Let’s Encrypt
  • Server monitoring dengan Netdata

1.Prasyarat WordOps

Sebelum  melakukan install WordOps, terlebih dahulu kita harus mengetahui  persyaratan perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan.

Perangkat Keras

Minimum
WordOps dapat diinstall pada perangkat keras dengan spesifikasi rendah seperti Raspberry Pi.

  • 100MB storage
  • 512 RAM

Direkomendasikan
Jika ingin menggunakan WordOps untuk kebutuhan produksi, direkomendasikan menggunakan perangkat keras dengan spesifikasi:

  • Multi-core CPU
  • 20GB Storage
  • 2GB RAM

Virtualisasi
Platform virtualisasi yang didukung adalah:

  • VMware
  • XEN
  • OpenVZ
  • KVM
  • Hyper-V
  • LXC/LXD

WordOps juga kompatibel dengan Ubuntu yang berjalan di Windows Linux Subsystem (WSL).

Perangkat Lunak

Sistem Operasi

  • Ubuntu 18.04 LTS/16.04 LTS/19.04 x86_64
  • Debian 9/10 x86_64
  • Raspbian 9/10 armv7

Port

  • SSH: 22
  • HTTP: 80
  • HTTPS: 443
  • WordOps Backend: 22222

2.Install WordOps

Tutorial ini menggunakan sistem operasi Ubuntu 18.04 LTS.

wget -qO wo wops.cc && sudo bash wo

Aktifkan bash_completion.

source /etc/bash_completion.d/wo_auto.rc

Install main stack.

wo stack install

Catat username dan password untuk login WordOps backend.

3.Install WordPress

Install WordPress untuk domain laradev.web.id.

wo site create laradev.web.id --wp

Catat username dan password untuk login admin WordPress.

Uji hasil install dengan browsing domain.

4.Update WordPress

Karena masih HTTP, update website dengan menambahkan SSL (HTTPS).

wo site update laradev.web.id --le

Browsing domain untuk menguji protokol HTTPS.

Update website dengan menambahkan Redis cache.

wo site update laradev.web.id --wpredis

Cek Redis service.

netstat -tulpn | grep redis

Cek konfigurasi Redis di dashboard WordPress, Settings->Nginx helper.

5.WordOps Dashboard

Login ke WordOps Dashboard untuk system monitoring.

6.Perintah site

Menampilkan semua website.

wo site list

Menampilkan informasi dari sebuah website.

wo site info laradev.web.id

Menampilkan konfigurasi Nginx server block dari sebuah website.

wo site show laradev.web.id

Mengubah konfigurasi Nginx server block dari sebuah website.

wo site edit laradev.web.id

Menonaktifkan Nginx server block dari sebuah website.

wo site disable laradev.web.id

Mengaktifkan Nginx server block dari sebuah website.

wo site enable laradev.web.id